Tulisan 3
Penyesuaian
diri dan pertumbuhan
Pengertian Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment.
Menurut Schneiders (dalam Ali dan Ansrori, 2006, h 173-175 ) definisi
penyesuaian diri dapat ditinjau dari 3 sudut pandang, yaitu penyesuaian diri
sebagai bentuk adaptasi (adaptation),penyesuaian diri sebagai bentuk
konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan
(mastery). Pada mulanya penyesuaian diri sama dengan adaptasi (adaptation).
·
Fahmi (1977:24) mengatakan bahwa
penyesuaian diri adalah proses dinamis terus-menerus yang bertujuan untuk
mengubah perilaku guna mendapatkan hubungan yang lebih serasi antara diri dan
lingkungannya.
·
Calhoun dan Acocella (1990, h. 13)
menyatakan bahwa penyesuaian diri
adalahinteraksi individu yang terus-menerus dengan dirinya sendiri, dengan
orang lain dan dengan lingkungan sekitar tempat individu hidup.
Aspek-aspek Penyesuaian Diri
Fahmi (1982:20) mengemukakan
aspek-aspek penyesuaian diri yang terdiri dari :
1
.penyesuaian diri pribadi
Penyesuaian pribadi adalah penerimaan individu teradap
dirinya sendiri. Penyesuaian pribadi berhubungan dengan konflik, tekanan dan
keadaan dalam diri individu, baik keadaan fisik maupun keadaan psikis.
2
Penyesuaian Sosial
Penyesuaian sosial terjadi dalam lingkup hubungan sosial
tempat individu hidup dan berinteraksi. Individu bertingkah laku menurut
sejumlah aturan, hukum, adat dan nilai-nilai yang mereka patuhi untuk mencapai
penyelesaian bagi persoalan-persoalan hidup agar dapat tetap bertahan dalam
jalan yang sehat dari segi kejiwaan dan social.
Scheneiders (1964: 51) mengemukakan
beberapa kriteria penyesuaian yang tergolong baik (well adjusment) ditandai
dengan:
- pengetahuan dan tilikan terhadap diri sendiri,
- obyektivitas diri dan penerimaan diri,
- pengendalian diri dan perkembangan diri,
- keutuhan pribadi,
- tujuan dan arah yang jelas,
- perspektif, skala nilai dan filsafat hidup memadai,
- rasa humor,
- rasa tanggung jawab,
- kematangan respon,
- perkembangan kebiasaan yang baik,
- adaptabilitas,
- bebas dari respon-respon yang simptomatis (gejala gangguan mental),
- kecakapan bekerja sama dan menaruh minat kepada orang lain,
- memiliki minat yang besar dalam bekerja dan bermain,
- kepuasan dalam bekerja dan bermain, dan
- orientasi yang menandai terhadap realitas.
Pertumbuhan merupakan proses
bertambahnya ukuran atau subtansi atau masa zat suatu organisme, misalnya kita
makhluk makro ini dikatakan tumbuh ketika bertambah tinggi, bertambah besar
atau bertambah berat. Pada organisme bersel satu pertumbuhan lebih diartikan
sebagai pertumbuhan koloni, yaitu pertambahan jumlah koloni, ukuran koloni yang
semakin besar atau subtansi atau masssa mikroba dalam koloni tersebut semakin
banyak, pertumbuhan pada mikroba diartikan sebagai pertambahan jumlah sel
mikroba itu sendiri. Pertumbuhan merupakan suatu proses kehidupan yang
irreversible artinya tidak dapat dibalik kejadiannya. Pertumbuhan didefinisikan
sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler dan struktur organisme yang dapat
dinyatakan dengan ukuran, diikuti pertambahan jumlah, pertambahan ukuran sel,
pertambahan berat atau massa dan parameter lain. Sebagai hasil pertambahan
ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah sel maka terjadi pertumbuhan
populasi mikroba (Iqbalali, 2008).
referensi :
referensi :
- Schultz, Duane.(2011).psikologi pertumbuhan:model-model
kepribadian sehat.Yogyakarta:Kanisius
Puspitawati, I. Dwi Riyanti, Hendro Prabowo.(1996). Seri
Diktat Kuliah Psikologi Umum I. Jakarta. Gunadarma.
Pertumbuhan personal
Pertumbuhan (Growth) adalah
berkaitan dangan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi
tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound) ukuran panjang (cm, inchi), umur tulang dan keseimbangan
metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
Perkembangan ( Development ) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adaanya proses difrensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk perkemabngan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.
Perkembangan ( Development ) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adaanya proses difrensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk perkemabngan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.
Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut
norma-norma tertentu, walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal
tergantung kepada orang dewasa misalnya mengenai makanan, perawatan, bimbingan,
perasaan aman, pencegahan penyakit dsb. Oleh karena itu semua orang yang
mendapat tugas untuk mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang
tumbuh dan berkembang.
1. TumbuhTumbuh merupakan perubahan ukuran organisme karena bertambahnya sel-sel dalam setiap tubuh organisme yang tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kuantitatif. Atau secara bahasanya perubahan ukuran organisme dari kecil menjadi besar.
Contohnya :
Batang tumbuhan yang tadinya 2 cm menjadi 5 cm
Bayi yang beratnya 5 kg berubah menjadi 6,5 kg
Berat tubuh kucing yang tadinya 4 kg menjadi 6 kg
Batang tumbuhan yang tadinya 2 cm menjadi 5 cm
Bayi yang beratnya 5 kg berubah menjadi 6,5 kg
Berat tubuh kucing yang tadinya 4 kg menjadi 6 kg
Faktor – faktor yang mempengaruhi
perkembangan dan pertumbuhan individu:
Faktor genetik
· Faktor keturunan — masa konsepsi
· Bersifat tetap atau tidak berubah
sepanjang kehidupan
· Menentukan beberapa karakteristik
seperti jenis kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap
tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti temperamen
· Potensi genetik yang bermutu
hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga
diperoleh hasil akhir yang optimal.
Faktor eksternal / lingkungan
· Mempengaruhi individu setiap hari
mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan tercapai atau
tidaknya potensi bawaan
· Faktor eksternal yang cukup baik
akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan
menghambatnya
Dari semua faktor-faktor di
atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka
akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu,
maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan
sekitar.
referensi
Fatimah,
N. (2006). Psikologi perkembangan. Bandung : Pusaka Setia.
Ali, M. & Asrori, M.
(2005). Psikologi remaja perkembangan peserta didik. Jakarta :
PT Bumi Aksar.
Basuki,Heru.(2008).Psikologi Umum.Jakarta:Universitas
Gunadarma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar