Kesehatan
Mental
v Teori
kepribadian sehat
·
Aliran psikoanalisa
Psikoanalisis adalah cabang ilmu
yang dikembangkan oleh sigmun freud dan para pengikutnya. Pada dasarnya manusia
di tentukan oleh energy psikis dan pengalaman-pengalaman diri.
·
Aliran Behaviorisme
Manusia tidak di anggap memiliki sikap diri
sendiri. Kepribadian sehat aliran
behaviorisme yaitu :
· Mementingkan
faktor lingkungan
· Sifatnya
mekanis
· Mementingkan
masa lalu
· Menekankan
pada faktor bagian
· Menekankan
pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif
·
Aliran humanistic
Dalam aliran humanistic bersifat
optimistic, menjadi lebih baik dan berharap pada individu. Setiap manusia mampu
untuk menjadi yang lebih bai. Setiap individu dapat mengatasi masalah atau
kejadian buruk dalam masa lalunya.
Psikologi
humanistik adalah aliran dari Abraham Maslow. Ia percaya bahwa setiap orang
memiliki keinginan yang kuat untuk merealisasikan potensi-potensi dalam dirinya
untuk mencapai tingkatan aktualisasi diri.
Sumber
: Fatimah, N. (2006). Psikologi
perkembangan. Bandung : Pusaka Setia.
Ali,
M. & Asrori, M. (2005). Psikologi remaja perkembangan peserta
didik. Jakarta : PT Bumi Aksar.
Basuki,Heru.(2008).Psikologi Umum.Jakarta:Universitas
Gunadarma
Penyesuaian diri dan pertumbuhan
·
Pengertian
Penyesuaian Diri Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah
adjustment. Menurut Schneiders (dalam Ali dan Ansrori, 2006, h 173-175 )
definisi penyesuaian diri dapat ditinjau dari 3 sudut pandang, yaitu
penyesuaian diri sebagai bentuk adaptasi (adaptation),penyesuaian diri sebagai
bentuk konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan
(mastery). Pada mulanya penyesuaian diri sama dengan adaptasi (adaptation).
·
Pertumbuhan personal
·
Pertumbuhan (Growth) adalah
berkaitan dangan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi
tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram,
pound) ukuran panjang (cm, inchi), umur tulang dan keseimbangan metabolik
(retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
Perkembangan ( Development ) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adaanya proses difrensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk perkemabngan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.
Perkembangan ( Development ) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adaanya proses difrensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk perkemabngan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.
v Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan individu:
Faktor genetik
· Faktor keturunan — masa konsepsi
· Bersifat tetap atau tidak berubah
sepanjang kehidupan
· Menentukan beberapa karakteristik seperti
jenis kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap tubuh
dan beberapa keunikan psikologis seperti temperamen
· Potensi genetik yang bermutu
hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga
diperoleh hasil akhir yang optimal.
Faktor eksternal / lingkungan
· Mempengaruhi individu setiap hari
mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan tercapai atau
tidaknya potensi bawaan
· Faktor eksternal yang cukup baik
akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan
menghambatnya
Sumber : Ali, M. &
Asrori, M. (2005). Psikologi remaja perkembangan peserta didik. Jakarta
: PT Bumi Aksar.
Ali,
M. & Asrori, M. (2005). Psikologi remaja perkembangan peserta
didik. Jakarta : PT Bumi Aksar.
Teori
kepribadian sehat
Karakteristik Kepribadian yang matag
Menurut Allport
- Memiliki kebutuhan yang terus menerus dan bervariasi serta menyukai tantangan-tatangan baru.
- Tidak menyukai hal-hal yang rutin dan mencari pengalaman-pengalaman baru.
- Mengambil risiko, berspekulasidan menyelidiki hal-hal baru.
- Aktivitas yang menghasilkan ketegangan.
- Melalui tantangan dan pengalaman baru manusia dapat bertumbuh dan berkembang.
- Pribadi sehat berfungsi secara sadar dan menyadari sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang membimbing dan dapat mengontrol kekuatan-kekuatan yang dimiliki.
- Pribadi yang matang tidak dikontrol oleh traumadan konflik mas kanak-kanak.
- Kebahagiaanbukan suatu tujuan hidup melainkan hasil dari keberhasilan integrasi kepribadian dalam mengejar inspirasi dan tujuan hidupnya.
- Kepribadian yang sehat “prinsip penguasaan dan kemampuan” Principle of mastery and competency.
- Proprium “Self” = Setiap pribadu memiliki keunikan masing-masing.
Sumber : hall.S.C,lindzey.G(1993).psikologi kepribadian 2.
Yogyakarta: kanisius
Perkembangan kepribadian
Carl Rogers
Orang yang sehat menurut Rogers adalah orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Aktualisasi diri terjadi berkesinambungan, tidak statis. Aktualisasi diri adalah suatu proses yang sulit dan terkadang menyakitkan. Berkembangnya konsep diri yang sehat tergantung dari pengalman masa kecil anak akan pnerimaan dan cinta kasih (ibu).
Terdapat tiga gambaran umum aktualisasi diri
1. Aktualisasi diri bukanlah merupakan keadaan yang menetap,
melainkan suatu proses yang kontinu.
2. Aktualisasi diri merupakan proses yang
sukar bahkan terkadang menyakitkan sehingga diperlukan keberanian untuk
menjalaninya. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang yang mengaktualisasikan diri
tidaklah berbahagia di setiap masanya. Kebahagiaan itu akan timbul sebagai efek
dari aktualisasi diri ini.
3. Orang yang mengaktualisasikan diri
adalah benar-benar diri mereka sendiri dan tidak bersembunyi di balik topeng
ataupun menyembunyikan sebagian dari dirinya.
Hirarki kebutuhan
Abraham Maslow
Menurut Maslow, setiap individu memiliki potensi untuk
berkembang (Personal growth). Dalam menjelaskan kebutuhan manusia,
Maslow membntuk hirarki kebutuhan menjadi:
1. Kebutuhan Fisiologis
2. Kebutuhan Rasa aman
3. Kebutuhan Kasih sayang
4. Kebutuhan Penghargaan
5. Aktualisasi Diri
Cirri –ciri kepribadian sehat
Erich fromm
Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk
kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus di definisikan
menurut bagaimna baik nya masyarakat menyesuaikan diri dengan
kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya
individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat. Karena itu kesehatan
psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha masyarakat. Faktor kunci ialah
bagaimana suatu masyarakat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia.
kepribadian sehat
menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan
kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang
menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat
juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love
erik Fromm mengutarakan :
Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis:“Manusia, setelah menemukan lewat pengalamannya bahwa cinta seksual (genital) memberinya kepuasan puncak, maka makna cinta seksual-genital menjadi prototipe bagi semua bentuk kebahagiaan manusia. Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan yang ada kaitannya dengan hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai titik pusat kehidupannya…. Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat tergantung pada dunia luar, pada obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa kehilangan bila ditinggal mati ata ditinggal kabur.”kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, renspons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda benda, dan peristiwa- peristiwa didunia dan terhadap diri.
Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis:“Manusia, setelah menemukan lewat pengalamannya bahwa cinta seksual (genital) memberinya kepuasan puncak, maka makna cinta seksual-genital menjadi prototipe bagi semua bentuk kebahagiaan manusia. Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan yang ada kaitannya dengan hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai titik pusat kehidupannya…. Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat tergantung pada dunia luar, pada obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa kehilangan bila ditinggal mati ata ditinggal kabur.”kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, renspons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda benda, dan peristiwa- peristiwa didunia dan terhadap diri.
Sumber: Schultz, D. (1991). Psikologi
Pertumbuhan : Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa : Yustinus. Yogya
: Kanisius
Hall, S. (1993). Teori-teori
Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta : Kanisius
Schultz, Duane.
1991. Psikologi Pertumbuhan. Yokyakarta : KANISUS
all S. Calvin, dan Gardner Lindzey.
1993. Teori-Teori Sifat dan Behavioristik. Yogyakarta: Kanisius.
Pengertian
Coping
Individu dari
semua umur mengalami stres dan mencoba untuk mengatasinya.
Karena
ketegangan fisik dan emosional yang menyertai stres menimbulkan
ketidaknyaman,
seseorang menjadi termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk
mengurangi
stres.
agaimana gaya
menghadapi stres, yaitu :
1.
Emotional-Focused Coping
Coping ini bertujuan
untuk melakukan kontrol terhadap respon emosional
terhadap
situasi penyebab stres, baik dalam pendekatan secara behavioral
maupun
kognitif. Lazarus dan Folkman (1986) mengemukakan bahwa
individu
cenderung menggunakan Emotional-Focused Coping ketika individu
memiliki
persepsi bahwa stresor yang ada tidak dapat diubah atau diatasi.
2.
Problem-Focused Coping,
Coping ini bertujuan
untuk mengurangi dampak dari situasi stres atau
memperbesar sumber
daya dan usaha untuk menghadapi stres. Lazarus dan
Folkman (1986)
mengemukakan bahwa individu cenderung menggunakan
Problem Focused
Coping ketika individu
memiliki persepsi bahwa stressor
yang ada dapat
diubah.
v
Metode Coping Stress
·
Jenis-jenis koping
Menurut Rasmun, ( 2004 ) dan Mustikasari, ( 2008 )
jenis koping ada dua yaitu:
1. Koping Psikologis
Pada umumnya gejala yang ditimbulkan akibat stres psikologi tergantung pada dua faktor yaitu:
a. bagaimana persepsi atau penerimaan individu terhadap stresor, artinya seberapa besar ancaman yang dirasakan individu tersebut terhadap stressor yang diterimanya.
b. keefektifan strategi koping yang digunakan oleh individu, artinya dalam menghadapi stresor jika strategi yang digunakan efektif maka menghasilkan adaptasi yang baik dan menjadi suatu pola baru dalam kehidupan, tetapi jika sebaliknya dapat mengakibatkan gangguan kesehatan fisik maupun psikologis.
2. Koping psikososial
Adalah reaksi psiko-sosial terhadap adanya stimulus stres yang dihadapi oleh klien, menurut Stuart dan Sundeen (1991), mengemukakan bahwa terdapat dua kategori koping yang dapat digunakan untuk mengatasi stres dan kecemasan Reaksi yang berorientasi pada tugas, cara ini digunakan untuk menyelesaikan masalah konflik dan memenuhi kebutuhan dasar.
Pada umumnya gejala yang ditimbulkan akibat stres psikologi tergantung pada dua faktor yaitu:
a. bagaimana persepsi atau penerimaan individu terhadap stresor, artinya seberapa besar ancaman yang dirasakan individu tersebut terhadap stressor yang diterimanya.
b. keefektifan strategi koping yang digunakan oleh individu, artinya dalam menghadapi stresor jika strategi yang digunakan efektif maka menghasilkan adaptasi yang baik dan menjadi suatu pola baru dalam kehidupan, tetapi jika sebaliknya dapat mengakibatkan gangguan kesehatan fisik maupun psikologis.
2. Koping psikososial
Adalah reaksi psiko-sosial terhadap adanya stimulus stres yang dihadapi oleh klien, menurut Stuart dan Sundeen (1991), mengemukakan bahwa terdapat dua kategori koping yang dapat digunakan untuk mengatasi stres dan kecemasan Reaksi yang berorientasi pada tugas, cara ini digunakan untuk menyelesaikan masalah konflik dan memenuhi kebutuhan dasar.
Pengertian stress
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
Jadi, stress dapat mempengaruhi fisik, psikis mental dan emosi. Tetapi, stress dapat mempunyai dua efek yang berbeda, bisa negatif ataupun positit, tergantung bagaimana kuatnya individu tersebut menghadapi stress atau bagaimana individu tersebut mempersepsikan stress yang sedang dihadapinya.
Sumber : ttp://id.wikipedia.org/wiki/Stres
v Arti penting
stess
☺Efek stress
menurut Hans selye
Faktor-faktor
individual dan sosial yang menjadi penyebab stres
Stress merupakan salah satu gejala yang memiliki faktor-faktor penyebab,dan akan diuraikan secara singkat faktor individual & sosial yang menjadi penyebab stress dibawah ini.
• Faktor sosial.
Selain peristiwa penting, ternyata tugas rutin sehari-hari juga berpengaruh terhadap kesehatan jiwa, seperti kecemasan dan depresi. Dukungan sosial turut mempengaruhi reaksi seseorang dalam menghadapi stres.Dukungan sosial mencakup: Dukungan emosional, seperti rasa dikasihi; dukungan nyata, seperti bantuan atau jasa; dan dukungan informasi, misalnya nasehat dan keterangan mengenai masalah tertentu.
• Faktor Individual
Tatkala seseorang menjumpai stresor dalam lingkungannya, ada dua karakteristik pada stresor tersebut yang akan mempengaruhi reaksinya terhadap stresor itu yaitu: Berapa lamanya (duration) ia harus menghadapi stresor itu dan berapa terduganya stresor itu (predictability).
Stress merupakan salah satu gejala yang memiliki faktor-faktor penyebab,dan akan diuraikan secara singkat faktor individual & sosial yang menjadi penyebab stress dibawah ini.
• Faktor sosial.
Selain peristiwa penting, ternyata tugas rutin sehari-hari juga berpengaruh terhadap kesehatan jiwa, seperti kecemasan dan depresi. Dukungan sosial turut mempengaruhi reaksi seseorang dalam menghadapi stres.Dukungan sosial mencakup: Dukungan emosional, seperti rasa dikasihi; dukungan nyata, seperti bantuan atau jasa; dan dukungan informasi, misalnya nasehat dan keterangan mengenai masalah tertentu.
• Faktor Individual
Tatkala seseorang menjumpai stresor dalam lingkungannya, ada dua karakteristik pada stresor tersebut yang akan mempengaruhi reaksinya terhadap stresor itu yaitu: Berapa lamanya (duration) ia harus menghadapi stresor itu dan berapa terduganya stresor itu (predictability).
Efek fisiologis
dari stres pada tubuh meliputi:
- Nyeri dada
- Insomnia atau tidur masalah
- Nyeri kepala Konstan
- Hipertensi
Sumber : http://id.prmob.net/stres/kesehatan/hans-selye-335735.html
http://www.slideshare.net/DodiWaryawan/konsep-stress-dan-adaptasi1
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/arsitektur_psikologi_dan_masyarakat/bab4_stres_stres_lingkungan_dan_coping_behavior.pdf
- Nyeri dada
- Insomnia atau tidur masalah
- Nyeri kepala Konstan
- Hipertensi
Sumber : http://id.prmob.net/stres/kesehatan/hans-selye-335735.html
http://www.slideshare.net/DodiWaryawan/konsep-stress-dan-adaptasi1
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/arsitektur_psikologi_dan_masyarakat/bab4_stres_stres_lingkungan_dan_coping_behavior.pdf
v Sympton reducing responses
·
Respon terhadap stress
rangsangan baik secara fisik, kimiawi, psikologis, maupun
psikososial yang merupakan ancaman gangguan pada sistem homeostasis tubuh dapat
memicu response stres. Berbagai stressor dapat menimbulkan berbagai respon spesifik
yang khas untuk stressor tersebut, namun selain respon spesifik, semua stressor
juga menimbulkan respon umum yang berefek sama apa pun jenis stressor nya.
· Menyangkut difence mechanism
Self Defence Mechanism – Alat Pelindung Psikis
Dalam ilmu psikologi Self Defence Mechanism adalah proses mental dari pembohongan-diri untuk mengurangi pikiran yang mencemaskan, kenangan buruk atau keadaan yang mengancam ego seseorang.
Dalam ilmu psikologi Self Defence Mechanism adalah proses mental dari pembohongan-diri untuk mengurangi pikiran yang mencemaskan, kenangan buruk atau keadaan yang mengancam ego seseorang.
v Strategi koping yang spontan mengatasi stress
Secara umum, terdapat dua cara untuk mengatasi
stres , yaitu problem focus dan emotion focus
- Problem focus, adalah cara mengatasi stres dengan memfokuskan diri pada masalah atau sumber stres . Cara ini dapat di lakukan jika masalah yang dialami bersifat controllable. Contohnya, anda mengalami kesulitan dalam mengikuti suatu mata kuliah tertentu. Anda juga khawatir apabila mata kuliah ini akan menurunkan indeks prestasi. Maka hal yang dapat anda lakukan (berdasarkan problem focus) adalah tidak mengikuti dan membatalkan mata kuliah tersebut.
- Cara yang kedua adalah emotion focus, dimana mengatasi stres dengan cara memfokuskan diri dengan emosi yang dialami. Cara ini biasanya dilakukan ketika menghadapi masalah yang bersifat uncontrollable (tidak dapat dikontrol). Contohnya ketika merasa stres akibat kehilangan saudara karena bencana tsunami, hal yang dapat dilakukan misalnya berdoa agar diberikan kekuatan oleh Tuhan dalam menghadapi masalah ini.
·
http://asehat.wordpress.com/2011/04/04/stres-gejala-penyebab-dan-cara-mengatasinya/
Cinta dan Perkawinaan
·
Cinta dan Perkawinan Menurut Plato
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.
Sumber : www.dudung.net/artikel-bebas/cinta-dan-perkawinan-menurut-plato.html
B. seluk-beluk dalam hubungan perkawinan
Dalam hidup
ini tanpa kita sadari apa itu cinta. Hanya dengan lima huruf ini kita tidak
mengerti apa saja problema-problema, definsi-definsi, dan permasalahannya.
Banyak di antara kita bercerita tentang cinta dan banyak diantara kita jatuh
cinta, tapi kita tidak tahu apa itu CINTA. Jatuh cinta itu adalah alami serta
masa pacaran itu masa yang indah dan kadang kenyataannya tidak seindah dengan harapan.
Sering muncul salah paham, cemburu, konflik, dan putus di tengah jalan. Belum
lagi terjadinya kekerasan indikasi dan tekan unsur seks telah masuk jauh
kedalamnya. Pengalaman kegagalan dalam cinta bisa menimbulkan kekecewaan,
Jarang meminta pendapat kepada orang tua dan yang lebih mengerti akan
permasalahan yang sedang kita hadapi.
c.Menjelaskan Penyesuaian dan pertumbuhan dalam perkawinan
Penyesuaian
diri merupakan proses yang meliputi respon mental dan perilaku yang merupakan
usaha individu untuk mengatasi dan menguasai kebutuhan-kebutuhan dalam dirinya,
ketegangan-ketegangan, frustasi, dan konflik-konflik agar terdapat keselarasan
antara tuntutan dari dalam dirinya dengan tuntutan atau harapan dari lingkungan
di tempat ia tinggal.
Berdasarkan beberapa definisi yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya.
Berdasarkan beberapa definisi yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya.
D. Perceraian dan pernikahan kembali
Pernikahan bukanlah akhir kisah indah bak dongeng cinderella, namun dalam
perjalanannya, pernikahan justru banyak menemui masalah. Menikah Kembali
setelah perceraian mungkin menjadi keputusan yang membingungkan untuk diambil.
Karena orang akan mencoba untuk menghindari semua kesalahan yang terjadi dalam
perkawinan sebelumnya dan mereka tidak yakin mereka bisa memperbaiki masalah
yang dialami. Mereka biasanya kurang percaya dalam diri mereka untuk memimpin
pernikahan yang berhasil karena kegagalan lama menghantui mereka dan membuat
mereka ragu-ragu untuk mengambil keputusan.Sebagai manusia, kita memang
mempunyai daya tarik atau daya ketertarikan yang tinggi terhadap hal-hal yang
baru. Jadi, semua hal yang telah kita miliki dan nikmati untuk suatu periode
tertentu akan kehilangan daya tariknya. Misalnya, Anda mencintai pria yang
sekarang menjadi pasangan karena kegantengan, kelembutan dan tanggung jawabnya.
Lama-kelamaan, semua itu berubah menjadi sesuatu yang biasa. Itu adalah kodrat
manusia. Sesuatu yang baru cenderung mempunyai daya tarik yang lebih kuat dan
kalau sudah terbiasa daya tarik itu akan mulai menghilang pula.
E. Single life
Paradigma
terhadap lajang cenderung memojokkan. pertanyaannya kapan menikah??
Ganteng-ganteng kok ga menikah? Apakah Melajang Sebuah Pilihan??
Ada
banyak alasan untuk tetap melajang. Perkembangan jaman, perubahan gaya hidup,
kesibukan pekerjaan yang menyita waktu, belum bertemu dengan pujaan hati yang
cocok, biaya hidup yang tinggi, perceraian yang kian marak, dan berbagai alasan
lainnya membuat seorang memilih untuk tetap hidup melajang. Batasan usia untuk
menikah kini semakin bergeser, apalagi tingkat pendidikan dan kesibukan meniti
karir juga ikut berperan dalam memperpanjang batasan usia seorang untuk
menikah. Keputusan untuk melajang bukan lagi terpaksa, tetapi merupakan sebuah
pilihan. Itulah sebabnya, banyak pria dan perempuan yang memilih untuk tetap
hidup melajang.
Persepsi
masyarakat terhadap orang yang melajang, seiring dengan perkembangan jaman,
juga berubah. Seringkali kita melihat seorang yang masih hidup melajang,
mempunyai wajah dan penampilan di atas rata-rata dan supel. Baik pelajang pria
maupun wanita, mereka pun pandai bergaul, memiliki posisi pekerjaan yang cukup
menjanjikan, tingkat pendidikan yang baik.
Alasan
yang paling sering dikemukakan oleh seorang single adalah tidak ingin
kebebasannya dikekang. Apalagi jika mereka telah sekian lama menikmati
kebebasan bagaikan burung yang terbang bebas di angkasa. Jika hendak pergi,
tidak perlu meminta ijin dan menganggap pernikahan akan membelenggu kebebasan.
Belum lagi jika mendapatkan pasangan yang sangat posesif dan cemburu.
A.
Hubungan
Interpersonal
Hubungan
interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar
menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya.
Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content
melainkan juga menentukan relationship.Dari segi psikologi komunikasi,
kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka
orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain
dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung
diantara komunikan.
Ada beberapa teori yang menjelaskan
mengenai hubungan interpersonal, yaitu:
1. Model Pertukaran Sosial
Model
ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang
berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhannya.
2.Model
Peranan
Model peranan menganggap hubungan
interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap
orang harus memerankan peranannya
sesuai dengan naskah yang telah dibuat oleh masyarakat.
3.Model Interaksional
Model ini memandang hubungan
interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat-sifat
strukural, integratif dan medan. Semua sistem terdiri dari subsistem-subsistem
yang saling tergantung dan bertindak bersama sebagai suatu kesatuan.
c. Intimesi dan Hubungan pribadi
keintiman
Keintiman: kedekatan dirasakan oleh
2 mitra atau Keintiman adalah kedekatan yang dirasakan oleh dua orang
dan kekuatan dari ikatan yang menahan mereka bersama. Intimasi memainkan
peranan utama dalam pengalaman manusia secara keseluruhan.
Manusia mempnyai keinginan universal untuk mencintai dan memiliki, sebuah rasa
kepuasan dalam hubungan intim.
Hubungan intim terdiri dari individu
yang tertarik satu sama lain, kepada siapa seorang individu menyukai dan
mencintai, hubungan romantis dan seksual, dan dari siapa seorang individu
menerima dukungan emosional dan personal.
Self dislosureadalah salah satu
kajian penting dalam ilmu komunikasi yang memberikan catatan khusus akan adanya
unsur keterbukaan dalam menciptakan komunikasi yang efektif dan baik.
kedekatan pribadi tersebut dapat di
liahat dari teori sternberg triangular model .
DR. ZAINAL ABIDI Ppt.INTERPERSONAL
ATTRACTION & LOVE.faculty of psychology gunadarma university.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar